Ku selesaikan membaca buku Pak Cik "Andrea Hirata" yang baru Guru Aini kata tamat di halaman terakhir menyisakan kerongkongan yang tercekat. Sebuah ironi tentang kemiskinan yang tak mampu mengakses mewahnya pendidikan. Akan tetapi membaca Guru Aini mengingatkan akan semangat yang harus terus terjaga nyalanya dalam diri ini. Menjalani profesi guru adalah sebuah pilihan yang dengan sadar aku putuskan, juga sebuah pilihan diri untuk memfitrahkan jiwa raga juga sebagai bentuk melepaskan dahagaku sebagai fakir ilmu pada samudra ilmu pengetahuan. Layaknya guru Desi yang memegang teguh idealisme sebagai pebelajar dengan teguh menjaga komitmennya, membuat malu dengan diri ini yang sering tak konsisten dalam menjalani profesi ini, yang sibuk dengan keegoisan diri. Meniatkan diri sebagai pebelajar tangguh layaknya Aini, mengaruhi samudra kehidupan.
Belayar tentu memerlukan ilmu, juga kapal yang kuat untuk menahan terpaan ombak lautan. Pelayar tangguh juga berawal dari kelasi bodoh tanpa pengalaman, namun tak lantas mengkerdilkan diri dan enggan mengambil setiap kesempatan yang menyapa untuk menempa diri. Bangunlah berjuang untuk sebuah kebahagian seorang pebelajar mengarungi luasnya samudra ilmu pengetahuan.Terimakasih guru Desi untuk mengingatkanku menjalani profesi sepenuh hati dan sekuat tenaga dan tanpa kenal lelah. Terimakasih Aini untuk mengingatkan sebuah perjuangan mencapai cita-cita diri sekalipun penuh liku dan jalan terjal. Terimakasih untuk Pak Cik karena menuliskan sebuah cerita yang menggugah sebuah kutipan di halaman terakhir.
Dalam kesepian yang getir dan menyesakkan, tersemat sesuatu yang paling didamba manusia...Kemerdekaan!
Namun juga kemerdekaan versiku adalah kesendirian tanpa harus diratapi :)
Belayar tentu memerlukan ilmu, juga kapal yang kuat untuk menahan terpaan ombak lautan. Pelayar tangguh juga berawal dari kelasi bodoh tanpa pengalaman, namun tak lantas mengkerdilkan diri dan enggan mengambil setiap kesempatan yang menyapa untuk menempa diri. Bangunlah berjuang untuk sebuah kebahagian seorang pebelajar mengarungi luasnya samudra ilmu pengetahuan.Terimakasih guru Desi untuk mengingatkanku menjalani profesi sepenuh hati dan sekuat tenaga dan tanpa kenal lelah. Terimakasih Aini untuk mengingatkan sebuah perjuangan mencapai cita-cita diri sekalipun penuh liku dan jalan terjal. Terimakasih untuk Pak Cik karena menuliskan sebuah cerita yang menggugah sebuah kutipan di halaman terakhir.
Dalam kesepian yang getir dan menyesakkan, tersemat sesuatu yang paling didamba manusia...Kemerdekaan!
Namun juga kemerdekaan versiku adalah kesendirian tanpa harus diratapi :)
Komentar
Posting Komentar