Ku selesaikan membaca buku Pak Cik "Andrea Hirata" yang baru Guru Aini kata tamat di halaman terakhir menyisakan kerongkongan yang tercekat. Sebuah ironi tentang kemiskinan yang tak mampu mengakses mewahnya pendidikan. Akan tetapi membaca Guru Aini mengingatkan akan semangat yang harus terus terjaga nyalanya dalam diri ini. Menjalani profesi guru adalah sebuah pilihan yang dengan sadar aku putuskan, juga sebuah pilihan diri untuk memfitrahkan jiwa raga juga sebagai bentuk melepaskan dahagaku sebagai fakir ilmu pada samudra ilmu pengetahuan. Layaknya guru Desi yang memegang teguh idealisme sebagai pebelajar dengan teguh menjaga komitmennya, membuat malu dengan diri ini yang sering tak konsisten dalam menjalani profesi ini, yang sibuk dengan keegoisan diri. Meniatkan diri sebagai pebelajar tangguh layaknya Aini, mengaruhi samudra kehidupan. Belayar tentu memerlukan ilmu, juga kapal yang kuat untuk menahan terpaan ombak lautan. Pelayar tangguh juga berawal dari kelasi bodoh t...
Menerima diri, merupakan sebuah pencapaian tertinggi dalam kehidupan. Menerima tak selalu bearti pasrah, atau mengalah atas apa yang terjadi dalam hidup. Menerima diri, adalah sebuah kekuatan untuk hidup dengan semua hal yang telah terjadi dalam hidup. Kehidupan yang kita jalani tak selalu menyenangkan, namun juga dihiasi kesedihan, kekecewaan dan kegalalan. Hal pahit tersebut terkadang ingin kita hapus dan buang dalam memori, dan menyisakan bahagia serta hal menyenangkan untuk dikenang dalam benak. Setiap pencapaian dalam kehidupan melalui banyak hal, entah pahit atau manis dalam prosesnya. Tindakan dosa, nestapa dan hina tak jarang pernah menjadi perilaku sehingga kemudian tersadar bahwa tindakan tersebut adalah salah. Beruntunglah untuk menjadi tersadar hingga tidak terhuyung dalam kegelapan hidup. Kesadaran terkadang menghasilkan penerimaan namun juga sebuah penghindaran. Penerimaan bahwa bagian kesalahan dimasa lalu adalah sebuah pembelajaran untuk hidup saat ini dan masa ya...