Melihat aku kecil kadang
membuat membuatku tertawa sendiri, atau tak tahan menahan malu atas perbuatan
diri sendiri kala itu. Masa kecil hingga remaja kemudian kini tumbuh dewasa
menuntunku menuju ke banyak peristiwa hidup yang terjadi. Tentu aku bukan gadis baik-baik tanpa dosa dan
nestapa. Aku seperti yang lainnya yang juga ceroboh, dan bodoh sehingga banyak
hal yang membuatku tak pas dikatakan gadis baik. Walaupun belum cukup tua untuk
mampu menasehati orang lain tentang banyak rasa dalam hidup, setidaknya kusampaikan
pada diriku sendiri untuk tak malu dan melupakan diriku pada masa yang lalu. Tentunya
banyak hal yang baik terjadi namun tak sedikit hal buruk yang kualami
dan kulakukan. Diatas semua itu, aku
tumbuh menjadi aku yang sekarang karena semua hal yang aku alami di masa lalu. Ku
katakanan pada aku untuk selalu berdamai dengan diri, dengan semua masa lalu dan
semua hal yang terjadi baik yang memilukan ataupun membahagiakan. Ku katakana pada
diri ini untuk tidak mengingat kepahitan, kegagalan, kekecewaan terlalu mendalam
atau terlalu mendamba masa bahagia yang telah usai terjadi. Aku kini harus
berdiri dengan sepatu masa lalu, berpakaian dengan diriku hari ini yang benar-benar
aku dengan senyum untuk kusambut mereka yang datang padaku, dan berjilab sebuah
asa untuk aku dimasa depan. Kini ku tahu diriku, aku di masalaluku, aku kini
dan aku esok yang menanti.
Menerima diri, merupakan sebuah pencapaian tertinggi dalam kehidupan. Menerima tak selalu bearti pasrah, atau mengalah atas apa yang terjadi dalam hidup. Menerima diri, adalah sebuah kekuatan untuk hidup dengan semua hal yang telah terjadi dalam hidup. Kehidupan yang kita jalani tak selalu menyenangkan, namun juga dihiasi kesedihan, kekecewaan dan kegalalan. Hal pahit tersebut terkadang ingin kita hapus dan buang dalam memori, dan menyisakan bahagia serta hal menyenangkan untuk dikenang dalam benak. Setiap pencapaian dalam kehidupan melalui banyak hal, entah pahit atau manis dalam prosesnya. Tindakan dosa, nestapa dan hina tak jarang pernah menjadi perilaku sehingga kemudian tersadar bahwa tindakan tersebut adalah salah. Beruntunglah untuk menjadi tersadar hingga tidak terhuyung dalam kegelapan hidup. Kesadaran terkadang menghasilkan penerimaan namun juga sebuah penghindaran. Penerimaan bahwa bagian kesalahan dimasa lalu adalah sebuah pembelajaran untuk hidup saat ini dan masa ya...
Kakak yg bisa inspired me banget... Lanjut nulis terus yah, jangan males. Muaahh
BalasHapus